KeluarJangan Lupa Klik Like Dan Follow ya!
WELCOME TO andriworldwide.blogspot.com | Sesering mungkin mampir ke blog saya yang sederhana ini agar tidak ketinggalan berita-berita tentang game, terutama Ninja Saga dan yang lainnya | Jika ingin bertanya sesuatu tentang blog ini, kalian bisa bertanya | Jika ada kekurangan dalam blog ini mohon di maafkan | SALAM

GRATIS BITCOIN DI SINI

Get Free 100.000 SATOSHIS Get Free 1000 BITCOIN EARN 5500 BITCOIN

Hubungan Persepsi Siswa Terhadap Sistem Pembelajaran dengan Kemampuan Siswa Dalam Belajar

Share on :
Need ClAN NINJA SAGA ? -(Hubungan Persepsi Siswa Terhadap Sistem Pembelajaran dengan Kemampuan Siswa Dalam Belajar) – Dewasa ini era globalisasi menuntut kesiapan yang lebih matang dalam segala hal. Bidang pendidikan merupakan salah satu andalan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman. Persiapan sumber daya manusia dalam bidang pendidikan dilakukan sejak dari masa pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Adanya persiapan sedini mungkin diharapkan akan memberikan kualitas peserta didik yang lebih baik.
 Siswa dikatakan berhasil dalam belajar apabila memiliki kemampuan dalam belajar. Kemampuan siswa dalam belajar adalah kecakapan seorang peserta didik, yang dimiliki dari hasil apa yang telah dipelajari yang dapat ditunjukkan atau dilihat melalui hasil belajarnya (Syah, 1995: 150). Ada tiga  ranah (aspek) yang terkait dengan kemampuan siswa dalam belajar, yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Contoh ranah kognitif adalah kemampuan siswa dalam menganalisis suatu masalah berdasarkan pemahaman yang dimilikinya. Contoh ranah afektif adalah siswa mampu menentukan sikap untuk menerima atau menolak suatu objek. Contoh ranah psikomotorik adalah siswa mampu berekspresi dengan baik.
Setiap siswa dikatakan berhasil dalam belajar apabila memiliki kemampuan dalam belajar sebagaimana dikemukakan di atas. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah tidak semua siswa memiliki kemampuan yang sama. Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam belajar, antara lain faktor internal, faktor eksternal, dan faktor pendekatan belajar. Contoh faktor internal yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam belajar adalah kesehatan siswa dan intelegensinya. Siswa yang sehat dan mempunyai intelegensi yang baik akan mempunyai kesiapan yang lebih baik dalam belajar sehingga kemampuan belajarnya dapat optimal. Sebaliknya siswa yang kurang sehat (sedang sakit) akan sulit menerima pelajaran sehingga kurang optimal kemampuan belajarnya. Contoh faktor eksternal yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam belajar adalah lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga yang mendukung akan membuat siswa mudah untuk menerima pelajaran, sebaliknya lingkungan keluarga yang tidak mendukung, akan membuat siswa tidak tenang dalam belajar sehingga kemampuan siswa menjadi tidak optimal. Faktor pendekatan belajar yang berbeda juga akan memberikan kemampuan belajar yang berbeda. Siswa yang belajar secara mendalam akan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik daripada siswa yang hanya belajar sambil lalu saja (tidak mendalam).
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam belajar adalah kemampuan siswa dalam mempersepsi materi pelajaran yang diterimanya di sekolah. Persepsi merupakan aktivitas mengindera, mengorganisasi, dan menginterpretasikan serta menilai stimulus yang ada dalam lingkungan. Dalam hal ini stimulus yang sama belum tentu membuat seseorang mempunyai persepsi yang sama terhadap suatu hal. Berdasarkan pengertian persepsi di atas dapat diketahui bahwa persepsi terkait erat dengan panca indera karena persepsi terjadi setelah objek yang bersangkutan melihat, mendengar atau merasakan sesuatu dan kemudian mengorganisasi serta menginterpretasikannya sehingga timbullah persepsi. Proses yang sama juga terjadi pada persepsi siswa terhadap sistem pembelajaran.
Siswa akan membuat persepsi mengenai sistem pembelajaran dari apa yang ditangkap oleh inderanya, kemudian dari hasil persepsinya itu siswa akan bereaksi. Reaksi yang muncul dapat berupa tindakan-tindakan yang menunjang ke arah tercapainya kemampuan dalam belajar, seperti menghafal, menghitung, menulis, membaca, dan lain-lain. Oleh karena itulah persepsi siswa dalam belajar mempunyai hubungan dengan kemampuan siswa dalam belajar. Karena persepsi berbeda-beda untuk setiap individu, maka kemampuan siswa dalam belajar sangat tergantung kepada persepsinya, sehingga dapat dikatakan ada hubungan yang sangat kuat antara persepsi siswa terhadap sistem pembelajaran dengan kemampuan siswa dalam belajar.
Berdasarkan hal tersebut di atas maka kita dapat mengetahui Hubungan Persepsi Siswa Terhadap Sistem Pembelajaran dengan Kemampuan Siswa Dalam Belajar diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Siswa mempunyai inteligensi yang berbeda-beda sehingga mempunyai kecepatan yang berbeda-beda dalam menangkap pelajaran. Hal ini mempengaruhi kemampuan belajar siswa.
  • Lingkungan sosial siswa yang kurang baik akan membuat kemampuan siswa dalam belajar menjadi kurang baik pula.
  • Pendekatan siswa dalam belajar yang hanya mempelajari secara tidak mendalam akan mengakibatkan kemampuan belajar yang kurang optimal.
  • Persepsi siswa terhadap sistem pembelajaran akan mempengaruhi kemampuan belajar siswa, karena bahan pelajaran yang sama belum tentu bermakna sama bagi setiap siswa. Hal ini disebabkan pemaknaan tersebut tergantung pada persepsi siswa.
(Mohon maaf apabila Hubungan Persepsi Siswa Terhadap Sistem Pembelajaran dengan Kemampuan Siswa Dalam Belajar ini memiliki kekurangan dan kesalahan) di harapkan untuk mencari Hubungan Persepsi Siswa Tentang Kegiatan Belajar Mengajar dari sumber lain sebagai bahan pertimbangan dan kesimpulan.

    n258456064095_339.jpg (200×145)KLIK UNTUK DAPAT 100 TOKEN GRATIS.

0 comments on Hubungan Persepsi Siswa Terhadap Sistem Pembelajaran dengan Kemampuan Siswa Dalam Belajar :

Post a Comment

Jika Spam Akan DI hapus.

Tulisan Lain